Apa itu Bitcoin? Singkatnya: Bitcoin adalah uang digital yang tidak dikendalikan oleh bank, perusahaan, atau pemerintah mana pun. Jumlahnya dibatasi 21 juta, dan tidak ada yang bisa mencetak lebih banyak. Di artikel ini kamu belajar apa itu Bitcoin, cara kerjanya, kenapa orang menabung di Bitcoin, dan apa yang perlu kamu hati-hati sebelum mulai.
Apa itu Bitcoin, dalam satu kalimat?
Bitcoin adalah uang digital yang bisa kamu simpan dan kirim sendiri, tanpa perantara, dan jumlahnya tidak bisa ditambah oleh siapa pun.
Ada dua arti kata “Bitcoin”. Pertama, Bitcoin sebagai jaringan: ribuan komputer di seluruh dunia yang mencatat semua transaksi. Kedua, bitcoin sebagai satuan uang yang dikirim lewat jaringan itu. Satu bitcoin bisa dibagi menjadi 100.000.000 satoshi, jadi kamu tidak perlu membeli satu bitcoin utuh. Kamu bisa mulai dari jumlah yang sangat kecil.
Siapa yang membuat Bitcoin?
Bitcoin diperkenalkan pada 31 Oktober 2008 lewat sebuah dokumen berjudul “Bitcoin: Sistem Uang Elektronik Peer-to-Peer”. Penulisnya memakai nama samaran Satoshi Nakamoto. Sampai hari ini tidak ada yang tahu pasti siapa dia. Jaringan Bitcoin mulai berjalan pada Januari 2009.
Yang menarik: penciptanya sudah lama menghilang, tapi Bitcoin tetap berjalan. Itu karena Bitcoin tidak butuh pemimpin. Aturannya dijaga oleh semua orang yang menjalankan jaringan. Mau baca dokumen aslinya? Ada whitepaper Bitcoin dalam Bahasa Indonesia.
Bagaimana cara kerja Bitcoin?
Bayangkan sebuah buku catatan yang dipegang oleh ribuan orang sekaligus. Setiap kali ada yang mengirim bitcoin, transaksinya ditulis di buku itu. Semua salinan buku harus cocok. Kalau ada yang curang dan mengubah catatannya sendiri, salinan lain akan menolaknya.
Buku catatan ini disebut blockchain. Kira-kira setiap 10 menit, transaksi baru dikumpulkan dalam satu “blok” dan ditambahkan ke rantai. Penambang (miner) bersaing memakai listrik dan komputer untuk menambahkan blok berikutnya. Kerja ini yang membuat catatan Bitcoin sangat sulit dipalsukan. Penjelasan lebih detail ada di artikel Apa itu blockchain?
[VIDEO: Apa itu Bitcoin? Penjelasan untuk pemula]Kenapa Bitcoin penting untuk orang Indonesia?
Coba ingat harga nasi bungkus atau bensin sepuluh tahun lalu. Sekarang semuanya lebih mahal. Gaji mungkin naik, tapi uang yang kamu tabung di rekening kehilangan daya beli dari tahun ke tahun. Itu namanya inflasi. Salah satu penyebabnya: jumlah uang terus bertambah.
Bitcoin bekerja dengan cara berbeda. Jumlahnya tetap 21 juta, dan aturan itu tidak bisa diubah oleh satu orang atau satu negara. Karena itu banyak orang memakai Bitcoin untuk menabung. Kami menyebutnya: nabung di uang yang nggak bisa dicetak. Kalau kamu ingin melihat sendiri seberapa besar inflasi menggerus tabungan rupiahmu, coba kalkulator di inflasi.bitcoinindonesia.xyz.
Apa bedanya Bitcoin dengan uang di bank?
- Siapa yang memegang? Uang di bank dipegang bank. Bitcoin bisa kamu pegang sendiri, dengan kunci yang hanya kamu tahu.
- Bisa dibekukan? Rekening bank bisa diblokir. Bitcoin yang kamu simpan sendiri tidak bisa dibekukan oleh pihak lain.
- Bisa dicetak? Jumlah rupiah bisa bertambah. Jumlah bitcoin tidak bisa lebih dari 21 juta.
- Jam buka? Bank punya jam kerja. Jaringan Bitcoin jalan 24 jam, setiap hari.
Apakah Bitcoin sama dengan kripto lain?
Tidak. Setelah Bitcoin, ribuan koin lain bermunculan. Kebanyakan dibuat oleh tim atau perusahaan yang bisa mengubah aturannya, dan banyak yang dipakai untuk spekulasi atau penipuan. Bitcoin tidak punya pemilik dan tidak punya kantor pusat. Karena itu kami fokus pada Bitcoin saja. Penjelasannya ada di buku gratis kami 21 Alasan Mengapa Bitcoin Bukan Kripto.
Apa risikonya?
Bitcoin bukan jalan pintas jadi kaya. Harganya bisa naik turun sangat tajam dalam waktu singkat. Beberapa hal yang wajib kamu tahu:
- Jangan pakai uang yang kamu butuhkan dalam waktu dekat.
- Kalau kamu menyimpan Bitcoin sendiri, kamu juga bertanggung jawab sendiri. Kalau kunci atau kata pemulihan hilang, Bitcoin-mu hilang.
- Waspada penipuan. Tidak ada investasi Bitcoin yang menjanjikan untung pasti. Orang yang menjanjikan itu hampir pasti penipu.
- Di Indonesia, Bitcoin diakui sebagai aset kripto dan diawasi OJK. Untuk pembayaran di Indonesia, alat pembayaran yang sah tetap rupiah.
Bagaimana cara mulai belajar Bitcoin?
Kamu tidak perlu beli apa-apa untuk mulai belajar. Langkah yang kami sarankan:
- Baca Bitcoin: Penjelasan Sederhana untuk gambaran besar.
- Pelajari cara menyimpan Bitcoin dengan aman di panduan dompet Bitcoin kami.
- Ikut kelas gratis Diploma My First Bitcoin. Kamu belajar dasar uang, inflasi, dan Bitcoin langkah demi langkah.
- Datang ke meetup. Di sana kamu bisa bertanya langsung dan memasang dompet pertamamu bersama orang lain.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Berapa minimal untuk punya Bitcoin?
Sangat kecil. Karena satu bitcoin bisa dibagi menjadi 100.000.000 satoshi, kamu bisa mulai dengan beberapa ribu rupiah saja. Banyak orang menabung sedikit demi sedikit setiap bulan.
Apakah Bitcoin legal di Indonesia?
Ya, memiliki dan memperdagangkan Bitcoin legal sebagai aset kripto, dan bursa resmi diawasi OJK. Yang tidak boleh adalah memakai Bitcoin sebagai alat pembayaran resmi, karena alat pembayaran yang sah di Indonesia adalah rupiah.
Apakah Bitcoin halal?
Ini pertanyaan pertama di banyak keluarga. Banyak ulama dan penulis membahasnya dari sisi keadilan, kejujuran, dan uang yang tidak bisa dimanipulasi. Kami merangkum pembahasannya di buklet Bitcoin Itu Halal.
Gabung meetup Bitcoin gratis di kotamu
Belajar Bitcoin paling enak bareng-bareng. Komunitas Bitcoin Indonesia mengadakan meetup gratis setiap bulan di lebih dari 40 kota, dari Aceh sampai Bali. Pemula total sangat diterima. Cari meetup terdekat dan daftar gratis di sini.




